PROFIL

SEKILAS TENTANG LSP LEMDIKLAT POLRI 

LSP Lemdiklat Polri  adalah lembaga sertifikasi profesi   yang berkedudukan dibawah Kalemdiklat. Lembaga ini dibentuk berdasarkan Peratuan Kapolri No 21 tahun 2010  tentang SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA SATUAN ORGANISASI PADA TINGKAT MARKAS BESAR KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA.

LSP Lemdiklat Polri  bertugas menyelenggarakan fasilitas kegiatan identifikasi kebutuhan jenis kompetensi, menyusun materi uji kompetensi dan kualifikasi, melaksanakan kegiatan asesmen, menyelenggarakan rekrutmen Asesor dan mengembangkan sistim manajemen mutu LSP. Dalam pelaksanaan tugasnya, LSP Lemdiklat Polri  dibantu oleh Sub Bagian Standardisasi (Subbagstandar), Sub Bagian Sertifikasi (Subbagsertifikasi) dan Sub Bagian Manajemen Mutu (Subbagjemenmutu) serta Urusan Administrasi (Urmin).

Sebagai lembaga sertifikasi profesi, LSP Lemdiklat Polri  telah memiliki lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang dituangkan dalam Keputusan Kepala BNSP Nomor : Kep.004/BNSP/I/2013 tanggal 28 Januari 2013 dengan Sertifikat Lisensi Nomor : BNSP-LSP-096-ID sebagai LSP Pihak Pertama dan telah diperpanjang dengan Surat Keputusan Kepala BNSP Nomor Kep.0031/BNSP/I/2016 tanggal 8 Januari 2016 dengan Sertifikat Lisensi Nomor : BNSP-LSP-096-ID bersamaan dengan penambahan ruang lingkup sertifikasi Petugas Penerbit STNK dan Petugas Penerbit BPKB.

Selanjutnya pada bulan April 2017 LSP Lemdiklat Polri telah menambah ruang lingkup sertifikasi dengan Surat Keputusan Kepala BNSP Nomor KEP.0391/BNSP/IV/2017 Dengan demikian, LSP Lemdiklat Polri  telah memiliki legalitas dalam melaksanakan sertifikasi profesi di jajaran Polri.

LSP Lemdiklat Polri juga telah mempunyai 11 (sebelas) Standar Kompetensi Kerja Khusus dengan 31 Skema Sertifikasi. Untuk menunjang tugas tersebut, LSP Lemdiklat Polri  telah memiliki 439 (Empat ratus tiga puluh sembilan) Asesor Kompetensi aktif dengan sertifikat dari BNSP dan 16 (enam belas) Asesor Lisensi serta 1 (satu) Auditor Sistem Manajemen Mutu. Disamping itu juga telah memiliki 64 Tempat Uji Kompetensi (TUK) pada masing-masing satker.

Untuk menjamin profesionalitas dan akuntabilitas kinerja LSP Lemdiklat Polri, telah dikembangkan sistim manajemen mutu dengan standar ISO 9001 – 2008. Dalam hal ini LSP Lemdiklat Polri pada tanggal 29 April 2013 telah mendapatkan Sertifikat ISO 9001-2008 dari Badan Sertifikasi Internasional  Bulltek Registration Services (BRS) Rim of the Word Office Running Springs, California, USA dan telah diperpanjang pada tanggal 3 Maret 2016. Dengan demikian, setiap pelaksanaan tugas pada LSP Lemdiklat Polri  telah memenuhi kesesuaian dengan Sistem Manajemen Mutu berdasarkan standar internasional ISO 9001-2015 sebagaimana tersebut di atas.

Sesuai dengan tugas pokok, fungsi dan legalitasnya tersebut, sampai dengan bulan Juni 2017, LSP Lemdiklat Polri  telah melaksanakan sertifikasi profesi terhadap para Pendidik Polri, Petugas Penerbit SIM, Petugas Penerbit STNK, Petugas Penerbit BPKB, Penyidik dan Penyidik Pembantu, Petugas Pengawalan Lalu Lintas, Petugas Patroli Jalan Raya, Petugas Penerbit SKCK, Penyidik TP Terorisme dan Petugas Penindakan Pelanggaran Lalu Lintas. Pemberian sertifikat kompetensi tersebut dilakukan dengan melalui uji kompetensi atau asesmen. Adapun jumlah personil yang sudah dilakukan sertifikasi mencapai 7563 (tujuh ribu lima ratus enam puluh tiga) orang personel.

Selain melaksanakan sertifikasi Pendidik Polri, Petugas Penerbit SIM, Petugas Penerbit STNK, Petugas Penerbit BPKB, Penyidik dan Penyidik Pembantu, Petugas Pengawalan Lalu lintas, Petugas Patroli Jalan Raya, Petugas Penerbit SKCK, Penyidik TP Terorisme dan Petugas Penindakan Pelanggaran Lalu Lintas.   LSP Lemdiklat Polri  juga melakukan kegiatan identifikasi kebutuhan jenis kompetensi seluruh satker pada Mabes Polri, namun demikian, untuk saat ini kegiatan tersebut masih dalam pengembangan.